topbella
Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Showing posts with label Aqidah. Show all posts

Friday, March 16, 2012

Karena Utang Syuhada Pun Tak Masuk Surga

Siapa yang bisa hidup tanpa utang? Ungkapan ini sering kali terdengar ketika kita berbicara tentang utang piutang. Memang, gaya hidup masa kini, ditambah berbagai persoalan yang membelit, membuat kita seolah tak bisa lepas dari praktik berutang dalam berbagai bentuk. Baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk kepentingan usaha.
Namun, tidak banyak orang yang menyadari konsekuensi berat bagi pengutang. Risiko yang akan ditanggung terutama di akhirat bila utang itu kelak tak terbayar pun, tak banyak digubris.
Edisi kali ini, mengajak kita untuk menyadari konsekuensi dan risiko utang tersebut.

1. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam enggan menyalatkan jenazah orang yang berutang
Suatu ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendatangi jenazah seorang  laki-laki untuk dishalatkan, maka beliau bersabda, “Shalatkanlah teman kalian, karena sesungguhnya dia memiliki utang.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Apakah teman kalian ini memiliki utang?” Mereka menjawab, “Ya, dua dinar.” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mundur seraya bersabda, “Shalatkanlah teman kalian!” Lalu Abu Qatadah berkata, “Utangnya menjadi tanggunganku”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Penuhilah (janjimu)!” Lalu beliau kemudian menyalatkannya.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).

Tuesday, March 13, 2012

Berkunjung ke Telaga Rasulullah

Penyusun: Ummu Nafisah
Muraja’ah: Ustadz Nur Kholis, Lc.
Jika kita berbicara tentang telaga, mungkin yang akan terbayang di benak kita adalah tentang keindahannya. Airnya yang jernih kebiruan, pepohonan yang hijau dan rindang di sekitarnya, kicauan burung-burung yang membelah langit di atas telaga, dan keindahan lain yang dapat kita temui di sekitar telaga. Itulah keindahan telaga di dunia.
Tahukah engkau saudariku, di hari akhir nantipun akan ada telaga?
Berita tentang keberadaan telaga di hari akhir ini telah dijelaskan jauh hari oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu saja sebagai muslimah yang baik, kita harus mengimani hal ini meskipun akal kita tak mampu menjangkaunya. Ketahuilah wahai saudariku, pembahasan mengenai telaga di hari akhir ini merupakan pembahasan yang berkaitan dengan keimanan terhadap hari akhir. Karena itu, ketundukan terhadap nash-nash syar’i harus lebih didahulukan daripada pemikiran akal semata. Nah, bagaimanakah sebenarnya telaga di hari akhir tersebut? Semoga Allah memudahkan kita dalam membahas hal ini.

Zodiak , Sudah Syirik. . . Fiktif Lagi !!!

Zodiak sebenanya berasal dari kata Yunani, Zodiak yang artinya binatang. Konon, orang Yunani kuno, suka meneliti benda angkasa luar, termasuk bintang-bintang. Ternyata sebuah bintang itu jika dihubungkan menjadi rangkaian bintang (disebut rasi bintang) bisa membentuk gambar seperti binatang. Hampir semakna dengan zodiak, yaitu horoskop, ia didefenisikan sebagi peta langit yang menunjukkan posisi relatif  matahari, bulan dan planet-planet, serta lambang zodiak pada suatu waktu dan tempat. Langit digambarakan sebagai lingkaran yang terbagi mejadi 12  irisan, tiap irisan menandakan beberapa sisi kehidupan seorang manusia, seperti kekayaan, kesehatan, dan perjodohan. 

BINTANG…PENGATUR NASIB?
Allah Subhaanahu wa Ta’ala adalah satu-satunya Zat yang menciptakan & mengatur segala apa-apa yang ada di alam semesta ini, dan tidak ada saham sedikit pun dari makhluk-Nya termasuk bintang dan benda-benda lainnya untuk ikut-ikutan tahu hal yang gaib. Bintang-bintang itu  dan tidak memiliki suatuIadalah makhluk yang tunduk kepada Allah  urusan apa pun. Ia tidak menunjukkan kesengsaraan, kebahagian, kematian dan kehidupan.
Meyakini bahwa bintang-bintang mempunyai pengaruh dan dialah yang berbuat, dengan kata lain bahwa bintang-bintanglah yang menciptakan kejadian-kejadian  dan akibat-akibat yang terjadi, maka ini termasuk syirik besar. Karena barangsiapa yang meyakini bahwa ada pencipta selain Allah Subhaanahu wa Ta’ala maka ini termasuk orang yang musyrik.

Menyelamatkan Generasi Dari Kegelapan Syirik Berupa Jimat

Penyusun: Ummu Nafisah
Muraja’ah: Ustadz Nur Kholis bin Kurdian
Anak adalah titipan Illahi. Ia merupakan sebuah amanat Allah yang diberikan kepada setiap orang tua. Oleh karena itu, sudah semestinya setiap orang tua benar-benar memperhatikan tentang pendidikan dan pembinaan bagi anak-anaknya. Orang tua hendaknya melindungi anak dari hal-hal yang dapat menjatuhkan anak dan dirinya sendiri dari hal-hal yang dapat mengundang kemurkaan Allah.
Wahai Ibu, ketahuilah bahwa dosa yang paling besar dan tidak akan Allah ampuni adalah dosa kesyirikan. Sehingga sebagai seorang pendidik, kita harus memprioritaskan pembinaan tauhid pada anak-anak kita daripada yang lain. Tapi bukan berarti pendidikan yang lainnya lalu kita abaikan.

Selamat datang

My photo
Sumatera Utara, Indonesia
Bismillah... Semoga bermanfaat...
 
Shalihah© 2012 Design by Rockville Iwamura